indonesiamelawan

Posts Tagged ‘ahmadinejad’

Keberanian Iran

In Profil on May 19, 2009 at 5:47 am

ahmadinejad_the_movieMahmoud Ahmadinejad adalah seorang pemimpin yang sederhana, cerdas, dan berani. Ia mengendarai sendiri mobil tua Peugeot dan tinggal di sebuah rumah sederhana dekat Teheran.

Dalam rangka pengiritan, istrinya membeli kurma Iran di New York, dibawa ke hotel di mana Ahmadinejad tinggal ketika harus berpidato di sidang umum PBB. Mereka tidak makan di restoran mewah. Jaket sederhananya selalu menempel di badan Ahmadinejad. Ia mengidentifikasikan dirinya sebagai pejuang hak-hak orang kecil dan lemah.

Akan tetapi jangan bertanya tentang kekukuhan pendiriannya dan keberaniannya. Dari mana asal muasal keberanian Presiden Iran yang berusia 51 tahun itu?

Seorang dubes Iran untuk Indonesia mengatakan, sederhana saja. Ahmadinejad mengatakan, karena hidup di dunia hanya sekali saja, mengapa harus menjadi pengecut atau penakut sampai melacurkan prinsip? Barangkali seperti kata penyair besar kita, Chairil Anwar, sekali berarti, kemudian mati. Atau seperti kata pepatah Arab, “isy kariiman au ut syahiidan“, hiduplah terhormat atau matilah sebagai syahid (pejuang).

Iran di bawah para pemimpinnya yang memegang teguh kedaulatan, kemerdekaan dan kemandirian telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sekalipun ekonomi Iran menjadi bermasalah karena tekanan politik, diplomatik dan ekonomi yang dilakukan oleh Washington tidak pernah dikendurkan, tetapi masa depan Iran justru tetap menjanjikan. Ternyata Iran termasuk sedikit negara yang segera menyusul masuk ke dalam elite iptek internasional.

Globalisasi dan Imperialisme Ekonomi

In Artikel on May 17, 2009 at 9:48 am

chickenhawk-bigAdalah Dr. Mahatir Mohammad, mantan perdana menteri Malaysia, yang mengingatkan kita tentang bahaya neokolonialisme. Dalam pidatonya di depan the Asia HRD Congress di Jakarta, 3 Mei 2006, Mahatir mengatakan :

“Neokolonialisme bukanlah istilah khayalan yang diciptakan oleh Presiden Sukarno. Ia (neokolonialisme) itu nyata. Kita merasakannya tatkala kita hidup berada di bawah kontrol agen-agen yang dikendalikan oleh mantan penjajah kita.”

Ketika kita bangsa Indonesia, termasuk para pemimpinnya sudah melupakan ajaran Bung Karno, justru pemimpin negara kita, Malaysia, yang masih mengingatnya. Mungkin bukan saja lupa, tetapi secara tidak sadar sebagian kita malah sudah melawan ajaran Bung Karno dalam praktik atau kenyataan. Bayangkan, arah kebijakan politik luar negeri kita yang bebas dan aktif dapat tiba-tiba berbalik arah karena Pemerintah kita mendapatkan telepon dari Gedung Putih di Washington.

Rakyat Iran dan dunia tahu ketika Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran, berkunjung ke Indonesia pada 2006, Presiden Yudhoyono menyatakan Indonesia mendukung program pengembangan nuklir Iran untuk perdamaian. Tetapi dukungan itu dicabut karena Indonesia akhirnya memilih mendukung Resolusi DK PBB 1747 yang mengenakan sanksi terhadap Iran, karena Iran bersikukuh mengembangkan kemampuan nuklirnya. Semua orang tahu bahwa Resolusi PBB itu dimotori oleh AS. Kebijakan luar negeri kita pada Iran sebagai negara sahabat dengan gampangnya berubah karena ada telepon dari Presiden Bush. Martabat apakah sesungguhnya yang sedang kita pertaruhkan kepada dunia?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.