Sistem perdagangan bebas yang di adopsi ternyata tidak membawa pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan negara-negara berkembang, terutama kaum miskinnya. Sebaliknya, negara-negara tersebut kian terpuruk selama dan pasca resesi ekonomi terjadi era 90-an.
Pengetatan Fiskal adalah kebijakan tradisional yang direkomendasikan IMF kepada sebuah negara untuk memotong pengeluaran pemerintah atau meningkatkan pajak, atau untuk menyeimbangkan anggaran dan menghapuskan utang pemerintah.
Kebijakan ini lahir karena anggapan bahwa pengeluaran pemerintah adalah suatu penghamburan. Banyak kritik yang dialamatkan keĀ IMF karena lembaga tersebut mendesakkan kebijakan tersebut ke negara-negara yang sedang mengalami resesi ekonomi. Menurut Stiglitz, pemotongan pengeluaran atau peningkatan pajak hanya akan memperparah keadaan.
Penghapusan subsidi pangan untuk kaum miskin di indonesia pada 1998, contohnya, mendorong terjadinya kisruh dan kekacauan di masarakat.